Sabtu, 02 Februari 2013

PROGRAM KESEHATAN YANG TERKAIT DALAM MENINGKATKAN STATIS KESEHATAN IBU DAN ANAK


PROGRAM KESEHATAN YANG TERKAIT DALAM MENINGKATKAN STATIS KESEHATAN IBU DAN ANAK

Dalam pelayanan kesehatan reproduksi , program kesehatan ibu dan anak lebih di tujukan kepada upaya pergerakan pihak penerima layanan ( demam dan side) melalui pemberdayaan setiap keluarga dalam peningkatan pengetahuan sikap dan prilaku sehat dalam reproduksi , yang pada balitanya akan mempercepat penurunan tingkat kematian ibu dan bayi. Pelayanan terutama di tujukan kepada kelompok rentan dan tidak terjangkau , kurang gizi , kehamilan dengan sanitasi maupun fasilitasi kesehatan yang kurang memadai , sasaran pelayanan kita adalah mencakup remaja sebelum menikah  (catin) ,pasangan sebelum hamil , pelayanan selama hamil , waktu melahirkan dan sesudah melahirkan , termasuk pelayanan kontrasepsi dan kesehatan reproduksi (BKKBN, 2006).

PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI
Kesehatan reproduksi di defenisikan sebagai keadaan sejahtera fisik , mental dan social secara utuh , yang tidak semata-mata bebas dari penyakit dan kecacatan dan semua hal yang berkaitan dengan system reproduksi , serta fungsi dan prosesnya (UNFPA,2001).
Kesehatan reproduksi adalah kemampuan sesorang untuk dapat memanfaatkan alat reproduksi dengan mengukur kesuburannya dapat menjalani kehamilannya dan persalinan serta aman mendapatkan bayi tanpa resiko apa pun ( well health  mother baby ) dan selanjutnya mengembalikan kesehatan dalam batas normal (Manuaba ,1999).
Ruang lingkup kesehatan reproduksi sebenarnya sangat luas , sesuai dengan defenisi yang tertera di atas , karena mencakup keseluruhan kehidupan manusia sejak lahir hingga mati. Dalam uraian tentang ruang lingkup kesehatan reproduksi yang lebih rinci di gunakan pendekatan siklus haid ( life cycle appooach) , sehingga di peroleh komponen pelayanan yang nyata dan dapat di laksanakan .






Untuk kepentingan Indonesia saat ini , secara nasional telah di sepakati ada empat komponen proritas kesehatan reproduksi , yaitu :
1.      Kesehatan ibu dan bayi baru lahir
2.      Keluarga berencana
3.      Kesehatan reproduksi remaja
4.      Pencegahan dan penanganan penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS
Pelayanan yang mencakup empat komponen prioritas di atas di sebut pelayanan kesehatan reproduksi esensial (PKRE). Jika PKRE di tambah dengan pelayanan kesehatan reproduksi bagi usia lanjut maka pelayanan yang di berikan di sebut pelayanan kesehatan reproduksi komprenhensif (PKRK).
Karena terdiri atas beberapa komponen,maka pelayanan kesehatan reproduksi diupayakan agar dapat diberikan secara terpadu,berkualitas dan memperhatikan hak reproduksi perorangan. Ini berarti bahwa pelayanan kesehatan reproduksi bukanlah suatu pelayanan yang baru mampu sendiri,tetapi merupakan kombinasi berbagai pelayanan secara terpadu dan berkualitas termasuk dalam aspek komunikasi,informasi dan edukasi (KIE).

 A.PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA PUS (pasangan  Usia Subur)
Pasangan Usia subur adalah pasangan yang sudah menikah,pasangan suami istri dimana kedua-duanya masih hidup dengan batas umur 15-49 tahun.(www.Google.com).
Pasangan usia subur (Pus) adalah pasangan suami istri berumur 15-49  tahun dari secara operasional termasuk pula pasangan suami istri yang istrinya berumur kurang dari 15 tahun dan telah haid atau istrinya berumur 50 tahun tetapi masih hamil (Hartono,2004).
1.Pelayanan Kesehatan pada Catin.
Pelayanannya berupa:
·         Pemeriksaan kesehatan kedua catin, agar salah satu/kedua catin tersebut menderita penyakit dapat diketahui sebelumnya.
·         Apabila ternyata sakit agar segera berobat,sehingga pada saat pernikahan kedua catin benar-benar dalam keadaan sehat.
·         Penjelasan tentang kesehatan dalam perkawinan, terutama yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, masa nifas dan KB. Misalnya anemia pada waktu hamil yang berdampak pada ibu dan bayinya.
·         Pemberiaan imunisasi TT pada catin perempuan untuk mencegah tetanus pada bayi yang akan dilahirkannya.

              
JADWAL  PEMBERIAN IMUNISAI PADA WUS,IBU HAMIL DAN PADA CALON PENGANTIN WANITA
Vaksinasi
Pemberian imunisasi
Selang waktu pemberian minimal
Masa perlindungan
Dosis
TT WUS,
BUMIL,
Catin
T1


0,5 cc
T2
4 minggu setelah T1
3 tahun
0,5 cc
T3
6 bulan setelah T2
5 tahun
0,5 cc
T4
1 tahun setelah T3
10 tahun
0,5 cc
T5
1 tahun setelah t4
Seumur hidup
0,5 cc





2.Pelayanan Keluarga Berencana
Sebagai komponen kesehatan reproduksi, pelayanan keluarga berencana (KB) diarahkan untuk menunjang tercapainya kesehatan ibu dan bayi. Pelayanan KB bertujuan  menunda, menjarangkan, atau membatasi kehamilan bila jumlah anak sudah cukup.
Kehamilan yang diinginkan dan berlangsung pada keadaan dan saat yang tepat, akan lebih menjamin keselamatan ibu dan bayi yang dikandungnya. Dengan demikian pelayanan KB sangat berguna dalam pengaturan kehamilan dan pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan atau tidak tepat waktu.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebagai berikut;
1. prioritaskan pelayanan KB  diberikan terutama kepada pasangan usia subur yang istrinya mempunyai keadaan “4 terlalu” yaitu terlalu muda(< dari 20 thn), terlalu banyak anak (lebih dari 3 orang), terlalu dekat jarak kehamilan(< dari 2 thn), dan terlalu tua
(> dari 35 thn).
2. Tanggung jawab dalam kesetaraan ber-KB merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri. Sayanganya pada saat ini hanya 1,1% suami yang beradaptasi aktif dalam ber –KB, padahal tersedia juga alat/metode kontrasepsi untuk pria.
3. Setiap Metode kontrasepsi mempunyai keuntungan dan kelemahan masing-masing.setiap klien berhak untuk mendapatkan informasi  mengenai hal ini,sehingga dapat mempertrimbangkan metode yang paling cocok bagi dirinya.

4. Pelaksana pelayanan KB wajib memberikan  nasehat tentang metode yang paling cocok sesuai dengan hasil pemeriksaan fisik sebelum pelayanan KB diberikan kepada klien akan lebih mudah menentukan pilihan.

5. Klien juga harus diberi informasi tentang kontraindikasi pemakaian berbagai metode kontrasepsi. Pelaksana pelayanan KB perlu melakukan skrining atau penyaringan melalui pemeriksaan fisik terhadap klien untuk memastikan bahwa tidak terdapat kontra indikasi dalam pemakaian metode yang akan dipilih. Khusus untuk tindakan operatif diperlukan surat pernyataan setuju (Informed concent) dari klien.


3.Penyakit kesehatan reproduksi tentang penyakit menular termasuk  HIV/AIDS.

 Penyakit menular seksual (PMS) merupakan salah satu infeksi saluran reproduksi (ISR)
Yang ditularkan melalui hubungan kelamin. ISR adalah masuk dan berkembang-biaknya kuman penyebab infeksi ke dalam saluran reproduksi, kuman penyebab infeksi tersebut dapat berupa bakteri, jamur, virus dan parasit.

Perempuan lebih mudah terkena ISR dibandingkan laki-laki, karena saluran reproduksi perempuan lebih dekat ke anus dan saluran kencing. ISR pada perempuan juga sering tidak diketahui karena gejalanya kurang jelas dibandingan laki-laki.
Pada perempuan ISR dapat menyebabkan kehamilan diluar kandungan, kemaluan, kanker leher rahim, kelainan pada janin/bayi misalnya bayi berat  lahir rendah (BBLR), infeksi bawaan sejak lahir, bayi lahir mati dan bayi lahir belum cukup umur.

Diantara ISR, penyakit menular seksual (PMS) merupakan penyakit infeksi yang sering ditemukan dan ditularkan melalui hubungan kelamin. Termasuk didalam kelompok PMS adalah gonore, sifilis, ulkus molle, kondiloma akuminata, herpes genital dan HIV/AIDS.

Cara penularan PMS,termasuk HIV/AIDS dapat melalui :
1.      Hubungan seksual yang tidak terlindung, baik melalui vaginal, anal, maupun oral. Cara ini merupakan cara penularan utama (lebih dari 90%).
2.      Penularan dari ibu ke janin selama kehamilan (HIV/AIDS)                                     
 herves, sifilis: pada persalinan,  HIV/AIDS,gonore,klamidia: sasudah bayi lahir.
3.      Melalui transfuse darah, suntikan atau kontak langsung dari cairan darah atau produk darah (sifilis dan HIV/AIDS)
                                 
       
   Cara Pencegahan PMS :
1.Melakukan hubungan seksual hanya dengan seorang pasangan yang setia.
2.Menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual.
3.Bila terinfeksi PMS mencari pengobatan bersama pasangan seksual.
4. Menghindari hubungan seksual bila ada gejala PMS,misalnya borok pada alat kelamin atau keluarnya duh (cairan nanah) dari tubuh.

B.PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA WUS (wanita usia subur):
*      Pelayanan kesehatan reproduksi pada masa remaja
            merupakan masa transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai perubahan fisik,emosi dan psikis. Masa remaja yaitu usia 10-19 tahun, merupakan masa yang khusus dan penting karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia dan sering disebut Masa puberitas. Masa remaja merupakan periode peralihan  dari masa anak ke masa dewasa.
Dalam masa remaja di perlukan pembinaan kesehatan reproduksi remaja bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan prilaku hidup sehat bagi keluarga , di samping mengatasi masalah yang ada.
Perkembangan pengetahuan yang di perlukan remaja meliputi :
  1. Perkembnagan fisik, kejiwaan dan kematangan seksual remaja
Pengembangan pengetahuan tentang perubahan yang terjadi secera fisik , kejiwaan dan kematangan seksual akan memudahkan remaja untuk memahami serta mengatasi berbagai keadaan yang membingungkannya. Informasi tentang haid dan mimpi basah , serta tentang alat reproduksi remaja         laki – laki dan perempuan perlu di peroleh setiap remaja.
  1. Proses reproduksi yang bertanggung jawab
  2. Pergaulan yang sehat antara remaja laki – laki dan perempuan serta kewaspadaan terhadap masalah remaja yang banyak di temukan . Remaja memerlukan informasi tersebut agar selalu waspada dan berprilaku reproduksi sehat dalam bergaul dengan lawan jenisnya.
  3. Persiapan pranikah
Informasi tentang hal ini di perlukan agar calon pengantin lebih siap secara mental dan emosional dalam memasuki kehidupan berkeluarga .
  1. Kehamilan dan persalinan , serta cara pencegahannya
 remaja perlu mendapat informasi tentang hal ini  sebagai persiapan bagi remaja pria dan wanita dalam memasuki kehidupan berkeluarga di masa depan.

*      Pelayanan kesehatan reproduksi pada ibu hamil dan bersalin
1.pencatatan ibu hamil dalam kohort ibu seawal mungkin
2.pemeriksaan kehamilan sesering mungkin , dengan minimal 4 kali selama kehamilan yaitu :
a.satu kali pada umur kehamilan 1 – 3 bulan ( triwulan 1 )
b.satu ali pada umur kehamilan 4 -6 bulan ( triwulan 2 )
c.dua kali pada umur kehamilan 7 – 9 bulan ( triwulan 3 )
d. datang kapan saja apabila ada gangguan , atau  janin tidak bergerak dalam 12 jam
3.pemberian iformasi tentang perkembangan kehamilan , nasehat tentang kesehatan kehamilan dan KB pasca persalinan , yang meliputi :
a.perawatan diri                                                                                                                                  b.kebutuhan makanan , tablet tambah darah                                                                                                                                                      c.penjelasan tentang kehamilan                                                                                                          d.persiapan  persalinan                                                                                                                                e.tanda - tanda bahaya dan upaya pertolongannya                                                                                                      f.KB pasca persalinan
4.pelayanan persalinan yang bersih dan aman ( tenaga kesehatan)
5. bimbingan persiapan menyusui dengan ASI eksklusif
6. pelayanan pasca persalinan termsuk konseling dan pelayanan KB


3.PELAYANAN KESEHATAN DENGAN DETEKSI DINI KANKER SISTEM REPRODUKSI
Kanker system reproduksi meliputi kanker leher rahim , payudara , indung telur , rahim , dan alat kelamin perempuan .
Ciri-ciri yang perlu di curigai akan adanya kanker leher rahim :
1.      Adanya cairan vagina abnormal ( duh vagina )
2.      Perdarahan di waktu haid atau haid dengan perdarahan hebat
3.      Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual
4.      Paritas tinggi dan di atas 30 tahun

Pemeriksaan pap smear :
Cara termudah untuk mengetahui secara dini kanker leher rahim adalah melalui pemeriksaan pap smear yaitu pemeriksaan yang di lakukan dengan mengambil usapan sel dan lender leher rahim untuk mengetahui apakah ada perubahan pada sel secara mikroskopis .
Untuk mengetahui secara dini kanker leher rahim , di anjurkan kepada para wanita untuk melakukan pemeriksaan papsmear secara teratur , paling tidak sekali setiap tahun :
ü  pada umur berapapun pada usia subur
ü  telah berhubungan seks lebih dari 1 tahun
ü  ada atau tidak ada cairan vagina yang mencurigakan
Teknik pengambilan cairan untuk pap smear
*      bagian luar,  dapat langsung dengan kaca objeknya . Memakai lidi kapas dan selanjutnya di oleskan merata pada kaca objek. Memakai alat khusus dan selanjutnya di oleskan pada kaca objek
*      liang senggama ,liang senggama di buka dengan speculum cocor bebek sehingga mulut rahim tampak , kapas lidi atau alat khusus di pakai mengambil cairan dan selanjutnya di oleskan pada kaca objek.
*      Setelah di oleskan pada kaca objek di keringkan, difiksasi dengan alkohol dan dikirimkan ke dokter ahli patologi untuk dicat dan diperiksa sebagaimana mestinya.

Pemeriksaan dengan cara IVA ( inspeksi visual asam asetat)
Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada sarana kesehatan sederhana dengan menggunakan asam asetat 3-5% ,caranya yaitu :
*      masukkan spekulum kedalam vagina klien
*      buka porsio ibu dan ambil kapas yang telah dibasahi asam asetat kemudian oleskan pada daerah porsio
*      warna porsio yang normal adalah merah jambu, apabila terdapat bercak-bercak putih kemungkinan ada infeksi pada serviks ibu
                                                                 
Pemeriksaan untuk mendeteksi kanker payudara
Berikut adalah cara sederhana untuk menentukan tumor payudara sedini mungkin. Cara ini dikenal dengan istilah yang merupakan singkatan dari SADARI ( periksa payudara sendiri). Pemeriksaan terdiri dari atas 7 langkah berikut:
*      memperhatikan payudara melalui kaca, sementara kedua lengan lurus kebawah
*      memperhatikan payudara di depan kaca sementara kedua lengan diangkat lurus ke atas. Perhatikan apakah ada tarikan pada permukaan kulit
*      memijat daerah sekitar puting dengan perlahan untuk melihat apakah ada cairan abnormal yang keluar
*      berbaring dengan lengan kanan dibawah kepala sementara punggung kanan diganjal dengan bantal kecil, kemudian seluruh permukaan payudara kanan di raba dengan tiga pucuk jari tengah tangan kiri yang di harapkan
*      ketiga jari  tersebut di gerakkan memutar dengan tekanan lembut tapi mantap, dimulai dipinggir kemudian ke tengah (puting) dan kembali lagi dari pinggir dengan mengikuti putaran jarum jam
*      melakukan hal yang sama untuk payudara kiri
*      memperhatikan secara khusus seperempat bagian payudara sebelah luar atas, baik kanan maupun kiri. Bagian tersebut paling sering mengandung tumor.
Pemeriksaan ini dianjurkan untuk di lakukan secara teratur sekali sebulan setelah haid











C. PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA KLIMAKTERIUM/ MONOPAUSE
Klimakterium adalah keadaan wanita dengan perubahan dari kehidupan reproduksi aktif menjadi reproduksi tidak aktif, menstruasi mengalami perubahan tidak teratur dan terjadi penurunan reproduksi esterogen ( manuaba et all ,2008) klimakteriummengacu pada periode klehidupan seorang wanita saat ia berpindah dari tahap reproduktif ke tahap tidak reproduktif , di sertai regresi fungsi ovarium .Klimakterium adalah suatu masa di mulai pada akhir masa reproduksi dan berakhir pada awal masa senium ( usia lanjut ) , yaitu pada usia 45 -65 tahun.
Gejala menopause berupa :
·         gejala sindrom vasomotor , hot hushes mulai dari pipi terasa panas dan merah menjalar ke leher , tengkuk ,dan dada bahkan seluruh badan.Di samping gejala hot hushes yang terdapat dalam gejala sindrom vasomotor juga ada gejala keringat malam serta gejala gangguan tidur.
·         Gejala psikkologi berupa merasa kurang menarik di depan suami dan perasaan murung tanpa sebab , mudah tersinggung ,mudah marah , dll
·         Gejala fisik ,penurunan esterogen akan mempengaruhi semua organ sehingga menimbulkan gejala klinis.
Pelayanan kesehatan yang dapat di lakukan berupa :
v  Memeberikan penjelasan tentang perubahan – perubahan yang terjadi
v  Memberikan nasehat tentang nutrisi dan diet untuk kesehatan sendiri
v  Menganjurkan pengkonsumsian makanan vegetarian sehingga tidak mengganggu fungsi alat pencernaan nya , orang tua memerlukan banyak serat dalam makanannya.
v  Menghindari perubahan kejiwaan dengan keharmonisan keluarga dan saling pengertian
v  Kemungkinan pemberian terapi hormonal dengan lebih dahulu berkonsultasi dengan dokter ahli.
v  Melakukan pemeriksaan deteksi dini penyakit seperti pap-smear,sadari , dll


Program Pelayanan Sehubungan Penyakit Ginekologi dan Reproduksi
Dalam menghadapi seorang wanita penderita ginekologik terutama pada pemeriksaan pertama kali sangat di perlukan pengertian , menghilangkan rasa malu panderita , sebaiknya anamnesis di ambil.
ü  Riwayat penyakit umum
Perlu di tanyakan apakah penderita pernah menderita penyakit berat , atau penyakit tuberkulosis , penyakit jantung , penyakit ginjal ,dan penyakit jiwa , riwayat operasi non-ginekologi perlu juga di perhatikan.
ü  Riwayat obstetrik
Perlu di ketahui riwayat tiap- tiap kehamilan sebelumnya apakah itu berakhir dengan keguguran , ataukah berakhir dengan persalinan apakah persalinan nya normal.Infeksi nifas dan kuretase dapat menjadi sumber infeksi panggul menahun dan kemandulan.
ü  Riwayat ginekologi
Riwayat penyakit kelamin ginekologi serta pengobatannya dapat memberi keterangan penting , terutama operasi yang pernah di alami.
ü  Pemeriksaan umum , payudara , dan perut
Dari pemeriksaan umum sering di dapat keterangan yang menuju ke arah tertentu dalam usaha membuat diagnosis
ü  Inspeksi , perlu di perhatikan bentuk , pembesaran / cekungan , pergerakan pernafasan , kondisi kulit ( tebal ,mengkilat , keriput , luka perut akibat operasi,dll )
ü  Palpasi , perkusi , dan auskultasi
ü  Pemeriksaan ginekologi berupa pemeriksaan genetalia ,eriksaan bimanual
ü  Pemeriksaan khusus berupa pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainnya.





REFERENSI

-          PRAWIRAHARDJO.(2006)ILMU KANDUNGAN,JAKARTA ,YBP,SP
-          MANUABA ,IB,G (1998) ILMU KEBIDANAN ,PENYAKIT KANDUNGAN DAN KB UNTUK PENDIDIKAN BIDAN , JAKARTA ,EGC
-          MANUABA ,IBG(2002) MEMAHAMI KESEHATAN REPRODUKSI WANITA , JAKARTA ,ARCAN
-          ALISACREBBIE (2005) KB DAN KESEHATAN REPRODUKSI , JAKARTA ,EGC
-          BKKBN (2006)PELATIHAN KETERAMPILAN KIP,KB DAN KESEHATAN REPRODUKSI , JAKARTA ,BKKBN
-          KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK PETUGAS KESEHATAN (2001) , DEPKES RI





































































































































































































































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar